Purwokerto (24/11/2019) –  Dalam rangka mengembangkan UMKM di wilayah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap, kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto mengadakan festival UMKM dan Ekonomi Syariah Tahun 2019 di Rita SuperMall Purwokerto pada 22 s.d. 24 November 2019.

“Tujuan mengadakan Festival UMKM dan Ekonomi Syariah Tahun 2019 ini adalah sebagai salah satu wujud pelaksanaan tugas Bank Indonesia dalam rangka mengembangkan UMKM dan Ekonomi Syariah” tutur Adnan, selaku pegawai Bank Indonesia.

“Tidak kurang dari 50 UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan festival ini, dari 50 UMKM tersebut ada beberapa UMKM binaan Bank Indonesia serta dinas terkait dari masing-masing kabupaten” tambah Adan.

Kegiatan tersebut juga menyelenggarakan Seminar/Talkshow dengan tema UMKM Go Eksport yang dihadiri oleh pelaku usaha UMKM, akademisi, instasi pemerintahan, dan masyarakat umum. Dalam talkshow tersebut membahas kendala UMKM dalam melakukan Ekpor kerangka 3P (Peningkatan Produksi, Peningkatan Regulasi dan Kelembagaan, serta Promosi dan Akses Pasar).

 Bea Cukai Purwokerto turut hadir dalam memberikan informasi kepada pelaku usaha UMKM terkait fasilitas KITE IKM. Bertindak sebagai Narasumber, Erwan Saepul Holik, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan menyampaikan “Bea Cukai memiliki fasilitas berupa KITE IKM yaitu Kemudahan Impor Tujuan Eskpor untuk Industri Kecil Menengah yang mana diberikan pembebasan Bea Masuk dan tidak dipungut PPN dan PPnBM atas bahan baku, mesin, dan barang contoh”

“Fasilitas KITE IKM diberikan kepada badan usaha berskala industri kecil dan industri menengah dan konsorsium KITE (badan usaha yang dibentuk oleh gabungan IKM, penunjukan IKM oleh minimal 5 IKM, atau koperasi),” tambah Erwan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas UMKM/akselerasi bagi UMKM untuk memahami strategi yang bisa dilakukan dalam menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi untuk mewujudkan UMKM Go Ekspor.