Purwokerto (05/12/2019) –  Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ketentuan di bidang cukai hasil tembakau guna mencegah peredaran rokok illegal di masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Banyumas melaksanakan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang dihadiri oleh 100 (seratus) orang peserta dari Perangkat Desa dalam Wilayah Kab. Banyumas. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di RM. Furama Purwokerto pada Kamis (5/12).

Bertindak selaku narasumber Sarif Hidoyo, Kasubsi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Bea Cukai Purwokerto menyampaikan materi terkait ketentuan-ketentuan umum di bidang cukai dan pencegahan peredaran rokok illegal.

“Modus-modus rokok ilegal yang paling banyak ditemui yang pertama yaitu rokok tersebut  tidak dilekati pita cukai dan yang kedua rokok tersebut dilekati pita cukai palsu” ujar Sarif.

Sarif  juga menambahkan terkait Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT), “Berdasarkan PMK 222/PMK.07/2009 bahwa DBH CHT tersebut dapat digunakan untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai illegal” tambah Sarif.

Sarif berharap agar terus dilakukan kerja sama antara Pemda Banyumas dengan KPPBC TMP C Purwokerto dalam pemeberantasan BKC Ilegal melalui sosialisasi bersama kepada masyarkat dan operasi pasar bersama dalam rangka pengumpulan informasi dan penindakan hasil tembakau yang dilekati pita cukai palsu dan/atau tidak dilekati pita cukai di peredaran atau tempat penjualan eceran.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan baru terkait ketentuan-ketentuan di bidang cukai dan pencegahan peredaran rokok ilegal khususnya kepada Perangkat Desa wilayah Kab.Banyumas dan umumnya kepada seluruh masyarakat sehingga dapat membantu menurunkan peredaran rokok ilegal.