Purwokerto (10/03/2020) –  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Edukasi Ketentuan di Bidang Cukai dan Perlindungan Konsumen bagi Pelajar di Kab. Banyumas dengan tema Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Maju. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas pada hari Selasa (10/3) dan diikuti oleh beberapa perwakilan pelajar SMA/SMK sederajat di wilayah Banyumas.

“Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlidungan kepada konsumen” tutur Yuniyanto selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas.

Dalam pemaparan materi lainnya, Nelson Hasoloan selaku Kepala Kantor Bea Cukai Purwokerto memaparkan materi tentang cukai, “Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang.”

“Barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik: konsumsinya perlu dikendalikan; peredarannya perlu diawasi; pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup; atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan” tambah Nelson.

Dalam kesempatan yang sama, Erwan Saepul Holik menambahkan materi mengenai target dan komposisi penerimaan Bea Cukai tahun 2019, postur anggaran APBN 2020 (target penerimaan Bea Cukai tahun 2020), cara pelunasan cukai, pelekatan pita cukai, seri pita cukai, hasil survey internal mengenai peredaran rokok ilegal, dan gerakan gempur rokok ilegal.

“Ciri-ciri rokok ilegal, yaitu rokok tersebut polos tanpa dilekati pita cukai, atau menggunakan pita cukai palsu, atau pita cukai bekas, atau menggunakan pita cukai yang bukan peruntukannya,” tambah Erwan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kiat-kiat menjadi konsumen cerdas yang dipaparkan oleh Mintaraga Eman Surya, Dosen Universitas Muhamadiyah Purwokerto.

“Konsumen cerdas akan memilih produk atau jasa sesuai dengan kualitas dan kebutuhannya bukan hanya sekedar harga ataupun keinginan semata” pungkas Eman.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini para pelajar di wilayah Banyumas dapat lebih memahami pemberdayaan dan perlindungan konsumen, serta ketentuan di bidang cukai.