Bea Cukai Purwokerto Kembali Adakan Lomba Pidato Anti Korupsi di tahun 2020

Purwokerto (15/12/2020) – Dalam memeriahkan hari anti korupsi sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember 2020, Bea Cukai Purwokerto kembali adakan agenda tahunan bergengsi yaitu Lomba Pidato Anti Korupsi untuk pelajar SMA sederajat di Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara. Berbeda dengan tahun sebelumnya, perlombaan kali ini diadakan secara daring menggunakan virtual meeting dengan jumlah peserta 22 siswa/i dari 14 sekolah yang berbeda. Pelaksanaan lomba juga ditayangkan secara langsung di Youtube Chanel Bea Cukai Purwokerto sehingga dapat disaksikan seluruh netizen.

Lomba dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Purwokerto, Nelson Hasoloan. Nelson dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan juga menjelaskan bahwa Kantor Bea Cukai Purwokerto serius dalam mengimplementasikan budaya anti korupsi, salah satunya dengan mengadakan lomba pidato anti korupsi setiap tahunnya. Hal ini juga menjadi bentuk keseriuasan Bea Cukai Purwokerto dalam mencanangkan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani(15/12).

“Mudah-mudahan lomba pidato tahun ini dapat memberikan manfaat dan menularkan semangat anti korupsi untuk seluruh adik-adik dan Bapak atau Ibu yang mengikuti acara lomba pada hari ini. Selamat berlomba untuk adik-adik semua” pungkas Nelson.

Beranjak ke sesi perlombaan, para peserta tampil sesuai dengan nomor urut yang sudah disepakati bersama saat technical meeting. Dengan mengacu pada satu tema yaitu “Bersatu Melawan Korupsi, Kuat Hadapi Pandemi” seluruh peserta mengangkat isu dan berita korupsi yang sedang marak terjadi di negeri tercinta ini.

“Seperti yang terjadi baru-baru ini, Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai tersangka tindak pidana korupsi terhadap dana bantuan sosial pandemi covid-19 sebesar 17 miliar rupiah. Dana tersebut tadinya diperuntukan bagi keluarga miskin akibat covid-19. Dana yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh rakyat untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi ini, justru dikorupsinya demi kepentingan pribadi” pungkas Jingga Auffana Isabella, salah satu peserta dari MAN 2 Banjarnegara.

Tak hanya itu, para peserta juga memberikan pidato yang dapat memberikan kesadaran kepada seluruh audience untuk menanamkan budaya anti korupsi sejak dini khususnya untuk kalangan pelajar.

“Budaya korupsi dapat kita berantas dari diri kita sendiri.Khususnya sebagai pelajar.Pandemi bukan alasan untuk bolos-bolos an dan rajin terlambat sebagai bentuk korupsi waktu.Atau malas-malasan dengan tidak belajar dan tidak mengerjakan tugas sebagai bentuk korupsi tanggung jawab.Apalagi melanggar aturan sekolah” jelas salah seorang peserta, Damas Rizaladib Syabana dari SMA N 1 Banyumas.

Sejumlah 22 peserta telah berhasil memberikan penampilan yang luar biasa kepada dewan juri dan audience. Ketiga dewan juri yaitu Erwan Saepul Holik, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan serta Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama, Luly Nugraheni dan Syamsul Gunawan memberikan penilaian dari beberapa aspek penampilan pidato peserta. Dari penilaian ketiga dewan juri sepakat dan memutuskan untuk menobatkan Juara I kepada Novia Putri Azahra dari SMA N 1 Bawang, Juara 2 yaitu Al Zein Affa Dhiya Ulhaq dari SMA N 1 Bobotsari dan Juara 3 adalah Asih Riestika Astutiningtyas dari SMA N 1 Banjarnegara.

Dengan diadakannya agenda lomba pidato anti korupsi setiap tahunnya ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar Bea Cukai Purwokerto di Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara khususnya bagi para pelajar untuk selalu mengindahkan budaya anti korupsi.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *