Bea Cukai Purwokerto Sosialisasikan Layanan CK-5 Mandiri Kepada Penyalur MMEA

Purwokerto (27/08/2020) – Berdasarkan Undang-Undang tentang Cukai, Barang Kena Cukai/BKC terdiri dar Etil Alkohol, Hasil Tembakau dan Minuman Mengandung Etil. Barangbarang tersebut memiliki sifat atau karakteristik konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Pemasukan dan/atau pengeluaran EA dan MMEA ke atau dari pabrik atau tempat penyimpanan wajib diberitahukan kepada Kepala Kantor yang mengawasi pabrik atau tempat penyimpanan dandilindungi dengan dokumen pemberitahuan mutasi BKC. Dokumen pemberitahuan tersebut adalah CK-5.

Bea Cukai Purwokerto adakan sosialisasi secara daring tentang layanan CK-5 mandiri kepada 3 (tiga) penyalur MMEA di bawah pengawasan dan pelayanannya. Perusahaan tersebut meliputi, PT Perintis Karya Sentosa, PT Bellva Inti Raya, dan PT Sumber Pelita Mataram (27/08).

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis, Rosminda Nasution membuka acara dengan sambutan dan menerangkan secara singkat tentang kondisi pelayanan untuk Penyalur MMEA akhir-akhir ini.

“Kami akan menjelaskan secara detail siapa yang melakukan penutupan dokumen CK-5 kedepannya, apakah dari pengusaha atau petugas. Mengingat di masa pandemi seperti ini, mungkin tidak akan sepenuhnya dilakukan oleh petugas dan disarankan untuk dilakukan mandiri oleh pengusaha” pungkas Rosminda.

Secara teknis dan gamblang mengenai layanan CK-5 mandiri dijelaskan oleh Budi Catur Nugroho, Pelaksana pada seksi PKCDT. Berdasar Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-02/BC/2018 jo. PER-16/BC/2018 Tentang Tata Cara Penimbunan, Pemasukan, Pengeluaran dan Pengangkutan BKC, Budi menjelaskan mengenai ketentuan, alur dan persyaratan pelayanan CK-5 secara mandiri.

“Syarat CK-5 mandiri dapat dipenuhi dengan beberapa opsi pilihan, antara lain: Sistem persediaan yang dapat diakses secara realtime dan online, atau CCTV yang dapat diakses petugas bea cukai, atau segel elektronik, atau pertimbangan kebijakan kepala kantor” pungkas Budi.

Budi juga menerangkan mengenai alur pemasukan CK-5 mandiri melalui aplikasi ExSIS hingga penyelesaiannya, serta dijelaskan pula mengenai timeline rencana kerja Bea Cukai Purwokerto hingga terealisasinya layanan CK-5 mandiri untuk seluruh pengusaha penyalur MMEA.

Dengan diadakannya sosialisasi layanan CK-5 mandiri, diharapkan seluruh penyalur MMEA di wilayah kerja Bea Cukai Purwokerto dapat menggunakan layanan CK-5 secara mandiri untuk memudahkan dan mempercepat pelayanan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *