Peran Bea Cukai Purwokerto sebagai Industrial Assistance Di Tengah Pandemi COVID-19

Purwokerto (29/09/2020) – Industrial Assistance merupakan salah satu tugas dan fungsi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Memiliki agenda penyuluhan yang inline dengan tusi DJBC, Bea Cukai Purwokerto selenggarakan program unggulannya yaitu Kelas Fasilitas dan Customs Visit Customer. Kelas Fasilitas yang biasa diadakan di ruang auditorium Bea Cukai Purwokerto setiap bulannya, kini diadakan secara daring melalui virtual meeting. Sama halnya dengan agenda Customs Visit Customer dari Bea Cukai Purwokerto yang mengunjungi perusahaan mitra, kini diadakan secara daring.

Sejumlah pengguna fasilitas Kawasan Berikat, KITE IKM dan Pengusaha Pabrik HT/HPTL turut berpartisipasi sebagai tamu undangan pada acara kali ini. Meskipun diadakan secara daring, tapi tidak menyurutkan tekad para tamu undangan untuk bisa bersilaturahmi dengan pengguna jasa lainnya dan pegawai Bea Cukai Purwokerto (29/09).

Dibuka dengan sambutan Kepala Kantor yang diwakili oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Erwan Saepul Holik menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengguna jasa yang sudah berkenan hadir meskipun acara kelas fasilitas dan CVC kali ini diadakan secara daring.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian, yang masih tetap berpartisipasi dalam acara Kelas Fasilitas yang diadakan setiap bulannya dari Bea Cukai Purwokerto” pungkas Erwan.

Penampilan video music dari Bacem Music Club (BMC) menjadi bridging hiburan sebelum materi inti disampaikan oleh narasumber. Lagu berjudul ‘Bertaut’ dari Nadin Amizah yang dicover BMC, dinyanyikan oleh Anita Lasnauli dan Yosafat Nainggolan sebagai pengiring gitar membuat raut muka seluruh tamu undangan terpesona dengan suara merdu dan lirik lagu yang mengena hati.

Topik bahasan yang diangkat pada acara kali ini mengenai Indepth Interview atau FGD tentang ketahanan industri. Pandemi COVID-19 menjadi guncangan yang mempengaruhi proses bisnis bahkan kondisi situasi internal perusahaan sehingga menimbulkan dampak seperti Pemutusan Hubungan Kerja hingga menurunnya orderan dari buyer. Untuk menunjang perekonomian perusahaan di tengah pandemi, pemerintah memberikan beberapa solusi berupa insentif fiskal kepada perusahaan diantaranya : PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah, Pembebasan Pasal 22, Insentif PPh Final berdasarkan PP 23/2018 dan pengurangan PPh pasal 25 sebanyak 30%.

Erwan juga menjelaskan sajian data mengenai hubungan dampak pandemic COVID-19 dengn frekuensi dan nilai impor/ekspor yang menurun dikarenakan terhentinya sementara waktu pesanan dari buyer luar negeri. Akan tetapi hal tersebut tidak dialami oleh PT Indesso Aroma dan PT John Toys Indonesia.

Peningkatan terjadi perlahan-lahan di bulan Juli – Agustus untuk seluruh perusahaan, bahkan PT Boyang Industrial mendapatkan volume order yang tinggi hingga perlu mensubkontrakkan pekerjaan ke perusahaan lain.

“Untuk saat ini perusahaan kami sedang mendapatkan orderan dengan kuantitas yang cukup banyak, meskipun bukan komoditi yang kualitasnya paling tinggi. Jadi kami bisa memperkerjakan kembali pegawai-pegawai yang kami rumahkan” pungkas Rocky Djungdjunan, Manager HRD di perusahaan PT Boyang Industrial.

Guna menciptakan komunikasi dua arah, seluruh peserta berkesempatan untuk menyampaikan kondisi dan perkembangan dari masing-masing perusahaannya.

Setelah diadakannya kelas fasilitas dan CVC periode bulan September ini, diharapkan seluruh perusahaan pengguna jasa Bea Cukai Purwokerto dapat kembali pulih untuk menggerakan secara aktif ekonomi nasional.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *