Sinergi Bea Cukai Purwokerto dan Pemda Purbalingga Sosialisasikan Waspada Rokok Ilegal

Purbalingga (24/11/2020) – Antar instansi pemerintah, harus bersinergi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti halnya kolaborasi yang dilakukan Bea Cukai Purwokerto Bersama Pemda Kabupaten Purbalingga pada hari Selasa, 24 November 2020. Sinergi yang dilakukan bersama kali ini memberikan penyuluhan ketentuan di bidang cukai dengan tema “Waspada Maraknya Peredaran Rokok Ilegal”.

Sosialisasi diadakan secara langsung tatap muka di Sentra Papringan Katamas (Kampung Wisata Tematik Sikadut), Dusun Sikadut, Desa Karangtalun, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Sosialisasi diadakan secara langsung, dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak antar audience, cuci tangan sebelum masuk area sosialisasi dan mengenakan masker selama acara berlangsung. Sosialisasi dihadiri oleh Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Dinas Perdagangan, Sekretariat Kecamatan Bobotsari, Satpol PP dan Pemilik Warung/ Toko Kelontong di wilayah desa Karangtalun.

Acara dibuka oleh sambutan dari Kepala Desa Karangtalun, Heru Catur Wibowo. Dalam sambutannya Heru menungkapkan terima kasih kepada seluruh panitia acara atas kesempatan bermanfaat yang sudah diberikan kepada warga di desa Karangtalun.

“Saya selaku Kepala Desa Karangtalun, berterima kasih kepada Bapak dan Ibu dari instansi pemerintahan yang sudah berkenan memberikan pemahaman cukai melalui sosialisasi ini kepada warga kami” pungkas Heru.

Sesi pertama diisi oleh Bagian Perekonomian Setda Purbalingga, Gunanto Eko Saputra. Gunanto menjelaskan tentang sejarah tembakau di Kabupaten Purbalingga serta porsi DBHCHT yang nominalnya sebesar 6,9M untuk Kabupaten Purbalingga.

“Porsi DBHCHT di Kabupaten Purbalingga merupakan pungutan cukai atas rokok yang bapak ibu jual atau beli digunakan sebagian besar untuk membeli obat-obatan yang nantinya didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas” pungkas Gunanto.

Sesi kedua diisi oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Erwan Saepul Holik. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang DBHCHT, ciri-ciri rokok ilegal, desain pita cukai, tata cara pelekatan pita cukai pada hasil tembakau maupun MMEA dan cara identifikasi pita cukai secara kasat mata. Erwan berpesan kepada para pemilik warung agar menolak ketika ditawari rokok ilegal dan jangan takut untuk menghubungi Bea Cukai apabila memiliki informasi mengenai peredaran rokok ilegal.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru kepada warga Desa Karangtalun mengenai rokok ilegal serta dapat turut serta dalam memberantas peredaran rokok ilegal untuk optimalnya penerimaan negara.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *